Pendidikan Network IndonesiaTeknologi & PendidikanTeknologi Pendidikan IndonesiaSains & TeknologiMajalah Teknologi IndonesiaBerita Pendidikan IndonesiaPenelitian Indonesia
 Home :: Halaman Utama
 Berita Perkembangan
 Menganai Kami
 Images of Learning
  









  
 100 Kunjungan Terakhir
  

  

Selamat Datang Di Pojok Anti Korupsi IndonesiaSelamat Datang Di Sekolah Ambruk Kita

Selamat Datang Di Pendidikan Network Indonesia


(Metodologi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD))


Kami setuju dengan:

"Usia dini merupakan periode awal yang paling penting dan mendasar sepanjang rentang pertumbuhan dan perkembangan kehidupan manusia. Pada masa usia dini, semua potensi anak berkembang sangat cepat. Fakta yang ditemukan oleh ahli-ahlineurologi, menyatakan bahwa sekitar 50% kapasitas kecerdasan manusia telah terjadi ketika usia 4 tahun dan 80% telah terjadi ketika berusia 8 tahun. Pertumbuhan fungsional sel-sel syaraf tersebut membutuhkan berbagai situasi pendidikan yang mendukung, baik situasi pendidikan keluarga, masyarakat maupun sekolah." (Ref: Kementerian Pendidikan Nasional)

Ada banyak metodologi yang di sebutkan adalah baik. Dua metod yang terkenal sekarang adalah:

1. "Tokoh pendidikan anak usia dini, Montessori, mengatakan bahwa ketika mendidik anak-anak, kita hendaknya ingat bahwa mereka adalah individu-individu yang unik dan akan berkembang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. Tugas kita sebagai orang dewasa dan pendidik adalah memberikan sarana dorongan belajar dan memfasilitasinya ketika mereka telah siap untuk mempelajari sesuatu. Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa yang sangat baik untuk suatu formasio atau pembentukan. Masa ini juga masa yang paling penting dalam masa perkembangan anak, baik secara fisik, mental maupun spritual. Di dalam keluarga dan pendidikan demokratis orang tua dan pendidik berusaha memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan yang dibutuhkan oleh anak. Oleh karena itu, baik dan tepat bagi setiap orang tua dan pendidik yang terlibat pada proses pembentukan ini, mengetahui, memahami perkembangan anak usia dini. Tapi sekolah kita belum memiliki based line data yang holistik yang dapat memberikan berbagai informasi tentang perkembangan behavior dan kesulitan belajar anak terhadap berbagai subkompetensi materi sulit. Informasi ini sangat diperlukan untuk melakukan treatmen secara berjenjang tentang perkembangan anak sejak usia dini sampai mereka dewasa (SLTA)."

"Anak bertumbuh kembang dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang, pengasuhan yang penuh pengertian dan dalam situasi yang damai dan harmoni. Ki Hadjar Dewantara menganjurkan agar dalam pendidikan, anak memperoleh pendidikan untuk mencerdaskan (mengembangkan) pikiran, pendidikan untuk mencerdaskan hati (kepekaan hati nurani), dan pendidikan yang meningkatkan keterampilan." "Anak taman kanak-kanak termasuk dalam kelompok umum prasekolah. Pada umur 2-4 tahun anak ingin bermain, melakukan latihan berkelompok, melakukan penjelajahan, bertanya, menirukan, dan menciptakan sesuatu. Pada masa ini anak mengalami kemajuan pesat dalam keterampilan menolong dirinya sendiri dan dalam keterampilan bermain. Seluruh sistem geraknya sudah lentur, sering mengulangi perbuatan yang diminatinya dan melakukan secara wajar tanpa rasa malu. Di taman kanak-kanak, anak juga mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan bahasa, terutama dalam kosa kata. Hal yang menarik, anak-anak juga ingin mandiri dan tak banyak lagi mau tergantung pada orang lain. (Ref: JugaGuru.Com)

2. "Sentra adalah zona, titik atau station di mana anak memulai kegiatan bermain dan belajarnya sebagai awal dari kehidupannya, karena belajar di sentra adalah belajar problem solving, yang kelak anak menjadi lebih mandiri, disiplin, dan tanggung jawab." "Sentra ini terdiri dari main peran makro dan mikro. Main peran makro adalah bermain yang sifatnya kerja sama lebih dari 2 orang bahkan lebih khususnya untuk anak usia taman kanak-kanak, main mikro adalah awal bermain kerja sama dilakukan hanya 2 orang saja bahkan sendiri. Bermain peran dapat mengembangkan potensi kecerdasan emosi dan psikososial serta bahasa." "Sentra ini menekankan pada penggunaan bahan seni mulai dari lem, gunting, crayon, spidol, cat, papan lukis, berbagai jenis, ukuran dan warna kertas yang kemudian dikembangkan menjadi hasil karya dan kreativitas. Dan lingkungan ini pun dikaitkan dengan pemahaman budaya nasional, tarian tradisional untuk mengenalkan kesenian, pengenalan bahasa daerah, etika & estetika yang mengantarkan anak untuk cinta tanah air, berbudi pekerti, sopan santun dan berkepribadian."

Sentra Bahan Sifat Cair / Bahan Alam : Adalah sentra untuk mendukung kebutuhan anak-anak usia toddler dan taman bermain A hingga usia TK. Dengan bermain bahan sifat cair / bahan alam diharapkan anak sudah mengenal alam dan sifat-sifatnya, hal ini membantu mengembangkan aspek-aspek potensinya melalui uji coba dan eksplorasi." (Ref: PAUD YARSI)


Apa kesamaan dari dua metodologi ini (dan dengan semua metodologi modern sebetulnya)? Anak-anak diberikan kesempatan untuk "Discovery Learning" (Pembelajaran Berbasis-Aktivitas Yang Kontekstual).

Mari kita balik ke saran "Siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa." (Professor Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan).

Apakah Dasar-nya Metodologi Yang Terbaik Di Sektor PAUD Tidak Sama Dengan Metodologi PAKEM?

Kami Sedang (dalam proses) Melulis Isi-nya Untuk Sektor Pendidikan Masing-masing.

PAUDSDSMPSMASMKPT

Pembelajaran Berbasis-Pendidikan
Bukan Berbasis-Ilusi


Kalau ada staf di Sekolah PAUD yang ingin berkontribusi...
Klik Di Sini!


Kembali ke Metodologi.Com